Tips lain biar gak goyah, maka cari lingkungan yang sama sevisi buat istiqomah dg amalan. Bulan haram, bulan suci selain ramadhan juga ada, di mana kita bisa memaksimalkan amalan di bulan tersebut. Pokoknya time is opportunity. Pinter2 ambil kesempatan beribadah dlm waktu yg kita punya.
“BELAJAR DARI BULAN YANG MULIA UNTUK MENJADI AKHWAT BERAKHLAK MULIA”
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Pemateri : Cica Wiswanti (Kabid PIP PD IPM GUNUNGKIDUL)
Dilaksanakan : 16 Mei 2020, Pukul 10.00 WIB - Selesai
Tempat : Grup WhatsApp
- Ditulis langsung oleh Sekretaris dan salah satu anggota dari bidang IPMAWATI PR IPM SMA M AL MUJAHIDIN -
MATERI
Ramadhan, bulan suci yang ibaratnya lautan pahala, ampunan, dan rahmat. Siapapun yang mau beribadah, memohon ampun dan senantiasa di jalan-Nya, maka Allah akan lipat gandakan pahala dan mengampuni dosa-dosa kita.
Yaa Baaghiyal Khair Aqbil. Wa yaa baaghiyasy syari Aqshir.
“Wahai orang yang menginginkan kebaikan, kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan, tahanlah.”
Menjadi muslimah yang baik, yang sholihah adalah mimpi kita. Tujuannya ialah untuk mencapai kemuliaan di hadapan Allah. Ada berbagai usaha yang bisa kita lakukan untuk meraihnya. Salah satu karantina terbaik dan paling banyak bonusnya untuk menjadi muslimah sholihah ialah peribadatan di bulan Ramadhan ini.
Kita coba sebutkan sedikit fakta, bagi orang yang tidak mau merugi, akhirnya memaksakan rajin jama’ah ke masjid ketika bulan Ramadhan, padahal biasanya sholat di rumah (beda konteks dengan keadaan sekarang). Ada juga yang khatam beberapa kali dalam satu bulan, atau minimal menjadi orang yang meluangkan waktunya dalam sehari untuk bertilawah. Ada lagi yang biasanya jarang nyunnah puasa, kini ditempa dengan puasa wajib 30 hari full (kecuali yang berhalangan). Banyak hal yang akhirnya kita berlatih melakukan akhlak baik di bulan mulia ini.
“Melakukan kebaikan dengan terpaksa sepertinya lebih baik daripada sukarela melakukan keburukan”
Kemudian ada baiknya kita melakukan yang dinamakan ‘Muhasabah Diri’. Dimana kita melihat dari tahun ketahun apakah kualitas pribadi dari diri kita masing-masing itu meningkat, atau berjalan ditempat saja. Kita belum tentu dapat bertemu kembali dengan bulan ramadhan di tahun depan, maka dari itu kita harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan belajar dari Bulan yang mulia untuk menjadi akhwat berakhlak mulia.
Ketika ingin menjadi Akhwat mulia atau akhwat sholihah, mereka adalah orang-orang atau muslimah yang memiliki akhlak yang mulia. Wanita sholihah adalah wanita yang memiliki ketakawaan tinggi terhadap Allah, mengikuti sunnah-sunnah, taat kepada kedua orangtua, memiliki rasa bertanggung jawab dll.
Atas dasar takwa, mau secerdas apapun, mau secantik apapun wanita jika ia sholihah, jika berakhlak mulia maka ia tidak akan melanggar kodratnya dan tetap melaksanakan tugasnya.
“Akhlak adalah gambaran dari keadaan jiwa yang mendalam yang darinya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa memerlukan pertimbangan pemikiran atau renungan” –Imam Al-Ghazali
Nah kalau hari ini kita setelah bulan ramadhan makin gampang bangun untuk sholat tahajud, tilawah, dan amalan baik lainnya berarti InsyaAllah itu sudah menjadi akhlak kita. Bahkan bisa jadi itu terjadi tanpa kita sadari.
Untuk mencapai akhwat berakhlak mulia yang kita belajar dari Bulan mulia ini, kita bisa berkaca dari tingkatan kualitas diri seorang mukmin. Disini ada lima, yaitu
1) Jahiliyah, yaitu masa ketika hati masih tertutup. Belum dapat menerima cahaya dari Allah.
2) Hijrah, yaitu dimana kondisi keimanan yang ibaratnya awalnya kosong kini mulai terisi dan kemudian melakukan transformasi dari kegelapan menuju cahaya yang Allah berikan.
3) Hamasah, yaitu masa dimana seseorang itu sedang semangat-semangatnya untuk memperbaiki akhlak. Namun tetap masih memiliki rasa futhur, rasa malas yang kadang hinggap.
4) Istiqomah, yaitu kondisi keimanan lebih relatif stabil karena memiliki amalan khusus untuk menjaga hati dalam mengejar ketakwaan Allah.
5) Qudwah, yaitu kondisi seseorang sudah istiqomah dan mampu memberi manfaat bahkan bukan hanya pada diri nya, namun pada umat yang lebih luas lagi.
Hal ini bisa membuat kita untuk bermuhasabah diri, "wah aku sampai pada tingkatan mana ni? Jangan-jangan masih tingkatan awal”
Bagaimana karakteristik wanita sholehah atau wanita berakhlak mulia? Mushlimah sholihah itu wanita yang berakhlak baik terhadap tetangga dan masyarakat, wanita yang tanggung jawab terhadap anak, wanita yang cantik wajib dan raga, wanita yang cerdas dan tanggap, rela berkorban di jalan Allah, wanita yang berakhlak mulia, wanita yang taat kepada suami, wanita yang menjaga silaturrahim, dan wanita yang berbakti kepada orangtua.
Setelah membaca narasi-narasi sebelumnya, sekarang kita akan membahas “Seberapa pentingnya sih menjadi wanita berakhlak mulia itu?”
Pada usia kita yang mulai beranjak dewasa ini pasti kita akan mengalami perubahan yang sangat besar. Hal itu karena kita mengemban banyak sekali tanggung jawab, akhirnya kita diharuskan menentukan pilihan-pilahan dalam hidup. Kita juga diharuskan tetap menjaga hubungan-hubungan. Apabila kita gagap dalam menghadapi perubahan-perubahan itu maka akan timbul rasa panik dan bingung. Apabila kita benar-benar terjebak disitu, mungkin banyak hal yang sebenarnya bisa kita jalani dengan baik akhirnya kita tidak bisa. Maka dari itu perlu adanya persiapan. Disini juga akhlak mulia akan berperan dengan cara syariah yang dapat membantu kita mengahadapi masalah-masalah yang terjadi.
Di kutip dari Taylor dalam Enfran-chisment of woman (1851), berisi tentang perempuan itu harus milih, menjadi ibu atau wanita karir. Itu tentu pilihan yang sangat berat bagi kita. Apalagi harapan kita untuk menjadi ibu sekaligus wanita karir kenapa enggak? Kenapa enggak melakukakn keduanya saja, gitu mungkin ya. Sedangkan Taylor ini memberikan pilihan untuk memilih satu diantara dua. Nah, kalau kita terjebak dalam pemikiran feminis ini, akhirnya diantara kita akan ada yang membandingkan mana yang lebih unggul sehingga terjadi pemisah diantara kedua itu.
Jadi, kita sebagai muslimah dengan intelektual paham syariah, kita harus benar-benar bisa menyikapi tantangan zaman dengan bijak, dengan pertimbangan yang matang dan memadukan intelektual dengan syariah. Nah, itu adalah peranan penting akhlak mulia dalam diri kita yaitu untuk menentukan kebijakan dalam merespon zaman yang kian bergejolak ini.
TANYA & JAWAB
1. GRUP 1
Nama: Egha Sahyani
Asal Instansi : IAIN BONE
Pertanyaan : Adapun pertanyaan kami terkait melakukan kebaikan dalam keaadan terpaksa sepertinya lebih baik daripada sukarela melakukan keburukan, nah dsini yg kami tahu jika melakukan sesuatu krn trpaksa pst didlmnya ada sdkt rasa tdk ikhlas dalam melakukan dan melaksanaknnya, nah bagaimana pandangan kk terkait hal itu? Syukron
Jawaban : Pertanyaan yang saya tunggu, masyaAllah, terima kasih ukhti Egha. Pandangan saya akan hal itu, Dalam menempuh jalan membentuk kebiasaan baik, maka simplenya bisa dilakukan dengan memaksakan diri untuk melakukannya. Sejatinya terpaksa dalam melakukan kebaikan itu ialah metode untuk melemahkan nafsu kita yg condong pada negatif, kemudian kita tekan dengan paksaan melakukan kebaikan. Dalam diskusi dg dosen psikologi pendidikan, waktu itu membahas habit, maka paksaan bisa dijadikan jalan buat membentuk habit (kebiasaan).
2. GRUP 2
Nama : Najla Khairatun Nisa
Asal instansi : SMPIT Ummul Quro
Pertanyaan : kak mau nanya,apa solusi terbaikkalau misalkan ada yg baru hijrah trus dia tuh mau masuk ke masa hamasah tapi karena lingkungannya gak mendukung jadinya dia itu balik lagi ke masa jahiliyahnya dan kalau dia gak ikutin lingkungannya otomatis dia pasti bakal dijauhin dan direndahkan?
Jawaban : Terimakasih ukhti Najla, pertanyaan yang menarik. Jadi baru hendak dititik hamasah, kemudian terkendala lingkungan yg kurang mendukung. Di manapun kita, plus dan minus itu biasanya tetap berdampingan. Dan seolah memang menjadi komponen agar stabil dunia ini. Begitupun kebaikan dan keburukan. Ada yang mendukung, ada yang mencela. Maka kalau kita kuat di lingkungan yang kita tempati, tetapi lingkungan ini tdk begitu mendukung, ya teruslah berjalan di sana. Tetapi 'demi keimanan' dan takut kalau goyah, maka berpindah ke tempat yang mendukung itu juga disarankan.
3. GRUP 1
Nama : Dwi Erga Utami
Asal Instansi : SMKN H.MOENADI
Pertanyaan : Kak gimana sih caranya biar kita tetep istiqomah menjalani ibadah yg sudah kita paksakan di bulan ramadhan ini. Biar kita ngga goyah walau bulan ramadhan sudah berlalu nanti?
Jawaban : Terima kasih ukhti Erga Utami untuk pertanyaannya. Pernah saya lihat quotes, waktu itu pada 1 syawal, dia bikin tulisan ramadhan H-335. Padahal Ramadhan baru saja usai. Artinya apa, ada semangat buat menggapai ramadhan selanjutnya. Namun, Semangat tanpa aksi maka tiada arti. Jadi bekal amalan yang telah kita pupuk di ramadhan, mari kita gunakan dan niatkan buat mempersiapkan ramadhan berikutnya.
Kita ingat kembali hadits pertama di arbain nawawi, inamal a'malu biniyah, kendatipun nanti ada garis takdir yang membuat kita tdk bisa berjumpa dg ramadhan, maka insyaAllah ada pahala yang kita dapat atas niat menyongsong ramadhan dg amalan baik.
Tips lain biar gak goyah, maka cari lingkungan yang sama sevisi buat istiqomah dg amalan. Bulan haram, bulan suci selain ramadhan juga ada, di mana kita bisa memaksimalkan amalan di bulan tersebut. Pokoknya time is opportunity. Pinter2 ambil kesempatan beribadah dlm waktu yg kita punya.
4. GRUP 1
Nama : Rina
Asal instansi : Majalengka
Pertanyaan : Kak, bagaimana dengan orang yang lupa untuk niat puasa ketika sahur dan malam apakah sah puasanya atau bagaimana?
Jawaban : Terima kasih ukhti Rina buat pertanyaan ini. Baik, jadi bagaimana kalau kita lupa niat puasa. Nah perlu kita ingat kembali bahwa niat itu tdk disempitkan hanya pada perkataan ya. Yakni juga bisa melalui perbuatan dan niatan awal kita. Dalam sebuah diskusi, dikatakan bahwa niat puasa, kalau dari awal gak diniatkan mau puasa, ya gak sah puasanya. Tetapi misal gak mengucapkan dg lisan, tetapi ya sahur, tarawih, dan mempersiapkan puasa, itu juga menjadi niat puasa. Nggak sekadar niat yang di ucapkan. Bahkan juga niat di awal ramadhan buat puasa full (kecuali saat halangan yah), itu juga sudah jadi niat yang membuat sah puasa kita. Wallahu'alam
5. GRUP 1
Nama : Risma Damayanti
Asal instansi : MA DARUL HUDA Ponorogo Jatim
Pertanyaan : ketika kita melakukan ibadah yang kita rasa telah sesuai dengan ajaran islam (dalam artian) sudah memiliki bekal,dan ketika pengaplikasiaannya dianggap salah oleh masyarakat sekitar, Nah itu kita harus merubah sikap kita atau tetap bertahan dengan yang kita miliki. Sebagaimana yang kita tahu kita juga harus selalu beradaptasi,dan toleransi sesama maklhuk.
Jawaban : Terimakasih ukhti risma. Jadi buat peribadatan itu benar-benar diharuskan sesuai dengan sunnah ya. Jadi misal ibadah yang kita lakukan sudah benar sesuai quran dan sunnah, tetapi sebagian masyarakat berbeda pendapat dengan kita, maka kita kembalikan pada dalil. Dan tidak dibenarkan kita bertaqlid buta atau mengikuti pemikiran mainstream tanpa mengetahui dalil dan argumentasinya. Bertahan untuk sebuah sikap bukan berdasar pada siapapun, tapi pada kebenaran. Dalam hal ini maka kita kembalikan pada Quran dan sunnah. Biarpun berbeda, asalkan benar.
Mungkin kesannya tidak biasa ya di masyarakat, tapi mari kita biasakan yang benar, jangan membenarkan yang biasa. "Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta ulil amri diantara kalian. Jika kalian berselisih dalam suatu hal, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An Nisa: 59)
6. GRUP 2
Nama : Febriya Mahbubah
Domisili : Tuban
Pertanyaan : Dalam memulai sesuatu yng baik itu sulit apalagi untuk istiqomah, lantas bagaimana kita belajar istiqomah dalam memperbaiki diri agar bisa terus naik ke tahapan keimanan yang baik..
Jawaban : Terimakasih ukhti Febriya Mahbubah, Febriya yang dicintai, keren namanya. Untuk memulai sesuatu, kadang memang berat. Kata orang sukses di sana, melakukan langkah awal kadang lebih sulit dari pada 1000 langkah setelahnya. Intinya memulai itu kadang tidaklah gampang, makanya tadi saya katakan bahwa, untuk kebaikan kita bisa memaksakan diri buat memulainya. Pokoknya paksa. Misal udah adzan, kok gak segera ambil wudhu, males dan lain sebagainya, nah disitu letak pemaksaannya. Paksa buat bangkit dan menjalankan shalat tepat waktu. Berat? Bangett... Pokoknya tadi, paksa utk berbuat baik.
Kalau gak dipaksa berbuat baik, takutnya sukarela berbuat mungkar. Buat istiqomah, sering-sering aja membuat target diri, misal bulan ini harus puasa senin kamis, setiap jumat harus sedekah, setiap hari harus dhuha 4 rakaat, dll. Lama2 kita akan melakukannya dengan terbiasa. Dan pasti akan merasa tidak cukup kalau misal hanya dhuha 4 rakaat, dan akan ditambah lagi, dan begituu seterusnya. Tanpa kita sadari, ada kaimanan yg terpupuk, ada akhlak yang terbentuk. Kalau sudah begitu, ditambahin rasa syukurnya dan rendah hatinya.
7. GRUP 2
Nama : Tri Linda Y.
Asal Instansi : SMAN 1 Geger
Pertanyaan : Bagaimana kak solusi, kalau saya itu ingin berhijrah tetapi takut kalau teman teman saya mengejek? Dari pengalaman pribadi saya itu memang saat saat ini saya sedang ingin berhijrah tetapi sikap saya masih belum membaik karena takutnya kalau teman teman menghindar.
Terus saya kan juga punya 3 sahabat cowok sejak dulu kak itu sering main bareng, itu bagaimana ya kak biar sikap saya tetap dipandang baik walaupun saya sering main dengan sahabat saya?
Jawaban : Terimakasih ukhti Tri Linda, pertanyaan bonusnya hehee..
Kalau mau hijrah, maka yuk tinggalkan rasa takut kita pada apapun, dan takut hanya kepada Allah SWT. Buat yang awalan hijrah, coba bayangkan kalau kita meninggal masih dalam kondisi tanpa hijab, masih pacaran, masih suka membantah orang tua, masih meninggalkan shalat. Betapa sedihnya keadaan itu. Maka kalau sdh ada kesadaran buat berubah, langsung aja ekseskusi, jangan ditunda.
Boleh ditunda hijrahnya kalau maut juga bisa ditunda, sayangnya kan tidak bisa yaa kita minta pending jadwal kematian. Maka yuklah di sisa usia yang kita miliki dipakai buat bebenah. Soal teman, ajak aja mereka, dan bersama2 menuju perubahan. Tetapkan standar baru dlm berteman, misal tadinya nongkrong di perempatan, gantilah tempat nongki sambil ngaji sama Kyai. InsyaAllah gak bakal saling ejek kok. Kan sudah sevisi. Hehe.
Kalau misal gak mau dan malah mengejek atau mencela, bahkan mengajak ke yang kurang baik, maka solusinya adalah ganti teman. Kesannya sadis yah, tapi ya gimana lagi, kita kan berusaha taat kepada Allah. Kita coba menarik diri dulu dari mereka, sampai benar-benar kita bisa yakin gak bakal goyah2 kagi, habis itu kita bisa kembali lagi bergaul sekaligus berdakwah tuh ke mereka. Diajak ke yg baek2, shodawoh jajanan ke mereka biar makin erat persaudaraannya. Itu baru yg namanya sahabat sejati. Visinya akhirat, bukan cuman kesenangan duniawi.
Soal teman cowo, kita berteman sama siapapun boleh atas pada koridor normal, gak berlebihan dan ada hijab, artinya gak berbaur sesuka hati. Kalau sahabatan, temenan, berdasar pada keimanan dan lillah, maka kedepannya aktifitas yang dilakukan pun insyaAllah baik dan tidak berlebihan. Kalau ada yang memandang buruk, coba kita berkaca dulu pada diri sendiri, memang ternyata buruk, atau orang lain yang suudzon. Jadi kembalikan pada diri kita.
-SEKIAN & TERIMAKASIH-
Nuun Wal Qalami Wamaa Yasthuruun,
Man Jadda Wa Jada
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh
Bismillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam senantiasa
tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu alahi wasallam, kepada keluarga dan
semua sahabatnya. Amma ba'd
Manusia diciptakan Allah dengan tabiat selalu cenderung kepada lawan jenis. Laki-laki akan tertarik
dengan perempuan. Oleh sebab itu, Islam sangat melarang hubungan sesama jenis. Wal ‘iyadzu
billah. Walaupun demikian, Islam telah mengatur dengan rinci dan detail tentang hubungan antara
laki-laki dan perempuan.
Materi ini saya bawakan karena tidak sedikit dari kita yang terfitnah dengan lawan jenis, termasuk
penulis sendiripun juga mengalaminya. Sudah banyak hubungan antara laki-laki dan perempuan
disekolah karena awalnya hanya basa-basi. Ada juga santriwan dan santriwati yang tidak selamat
dari fitnah ini. Alasanya sih bisa dibuat-buat. Siapa diantara kita yang tidak bisa beralasan? Semula
satu pesan whatsapp untuk menanyakan jadwal pelajaran atau yang anak IPM untuk menanyakan
agenda kegiatan. Yang anak asrama, awalnya cuma modus nitip makanan ke Pamella 9, akhirnya
malah berlanjut masalah pribadi pun diungkapkan.
Yakinlah! Jika kita ingin memiliki pasangan hidup yang baik dan istimewa, maka kita pun harus
menjadi baik dan istimewa. Jangan khawatir! Segala sesuatunya telah ditetapkan Allah untuk kita
sejak 50.000 tahun sebelum langit dan bumi tercipta. Termasuk jodoh. Jadi, lupakanlah saja “DIA”
jika kita tidak ingin menyesal dikemudian hari. Emangnya temen-temen kuat buat nahan sakit hati?
Palingan juga mewek, curhat ke temen yang lain kalau si DOI udah cuek. wkwkwk. Pisss.
Teman-teman, Baarakallahu fiikum.
Melalui firman Allah dan sabda nabi shallallahu alahi wasallam yang insya allah akan kita baca ini,
islam sangatlah membatasi pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Allah ‘azza wa jalla berfirman
yang artinya:
“Katakanlah kepada lakiyang beriman, Hendaklah mereka menahan pandanganya. “ (30)
“Katakanlah kepada lakiyang beriman, Hendaklah mereka menahan pandanganya.”
(31)
(QS. An Nur [24]: 30-31)
Memandang wanita yang cantik, laki-laki yang tampan, memang ada rasa tentram dihati. Sudah jujur
aja keles, penulis juga merasakannya. Tetapi apakah pandangan tersebut halal bagi kita? Bahkan
rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri yang menyatakan bahwa pandangan yang kedua kali
kepada lawan jenis kita itu haram. Dari Buraidah, dia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam berkata kepada Ali radliyallahu ‘anhu,
“Wahai Ali janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan
pandangan (berikutnya), karena bagi engkau pandangan yang pertama dan tidak boleh bagimu
pandangan yang terakhir (pandangan yang kedua)”
Ibnul Qayyim rahimahullah pernah berkata:
“Pandangan mata adalah asal dari seluruh petaka yang menimpa seorang insan. Pandangan mata
melahirkan lintasan di hati. Lintasan di hati melahirkan pikiran, kemudian timbul syahwat. Dari
syahwat, lahir keinginan kuat yang akan menjadi kemantapan yang kukuh. Dadi sini pasti akan
terjadi perbuatan yang tidak ada seorang pun dapat mencegah dan menahannya. Karena itulah,
dinyatakan, ‘Bersabar menahan pandangan itu lebih mudah daripada bersabar menanggung
kepedihan setelahnya'."
Apa yang akan kita ucapkan ketika menyaksikan penghuni-penghuni zaman ini dan kenyataanya,
saat membaca hadits Nabi berikut?
“Siapapun wanita yang menggunakan parfum kemudian keluar melewati sekelompok laki-laki
dengan tujuan agar dapat mencium wanginya, maka wanita tersebut adalah seorang pezina”
Sungguh, Islam sangat berkeinginan untuk memberikan jalan keselamatan dari godaan-godaan
syaithan.
Ada sebuah kisah pelaksanaan haji rasulullah shallallahu alahi wasallam. Ketika beliau memalingkan
wajah Ibnu Abbas radhiyallahu anhu ketika ia memperhatikan seorang gadis dari Khats'am¹ yang
bertanya kepada Nabi Muhammad shallallahu alahi wasallam. Rasulullah shallallaahu alahi
wasallam bersabda:
“Aku melihat seorang pemuda dan seorang gadis, maka aku tidak merasa aman dari syaithan atas
keduanya”
Hanya melihat dan memperhatikan ,tidak lebih dari itu, Rasulullah telah mengkhawatirkan. Itupun
terjadi pada sahabat, kaum yang paling beriman. Apakah dapat diterima alasan sebagian dari kita
yang berkata ”Pacaran kan untuk mengenali calon pasangan. Kita bisa menjaga diri kok.” Tentu itu
adalah bisikan syaithan. Wallahul Musta'an
Teman-teman, Baarakallahu Fiikum
Mungkin teman-teman ada yang beranggapan jika itu hanya berlaku untuk orang yang sudah
berhubungan resmi melalui proses mbribik². Tentu tidak, apakah jika laki-laki dan perempuan yang
belum halal baginya, dan mereka berdua asyik chattingan tidak kita hukumi dengan hadits dan ayat
diatas? Bahkan isi percakapannya memakai embel-embel sayang-sayangan,manggilnnya pun pakai
adek kakak, dan apalah. Wallahul Musta'an
Teman-teman, Baarakallhu Fiykum
Jangan sampai ayat yang sering kita baca dan kita hafal selama ini hanya sebagai angin lalu. Hingga
kita lupa untuk menerapkannya didalam kehidupan kita. Allah ‘azza wa jalla berfirman:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan yang keji”
(QS Al-Isra’[17] : 32)
Memang sulit untuk menjaga diri kita untuk menghindari fitnah lawan jenis disekolah kita karena
kondisi sekolah kita yang masih campur antara laki-laki dan perempuan. Tetapi saya harap setelah
kita membaca tulisan ini, kita menjadi semakin menjaga pergaulan kita dengan lawan jenis kita.
Teman-teman, Baarakallahu fiykum
Cukup sekian yang bisa saya tulis, kesalahan dalam pemilihan kata dan penulisan saya rasa pasti ada.
Dan jika teman-teman berkenan , saya harap kesalahan tersebut bisa teman-teman benarkan
melalui kolom komentar untuk bahan evaluasi saya. Semoga allah menjauhkan kita dari dahsyatnya
fitnah lawan jenis. Semoga allah menjauhkan kita dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak
khusyu’. Dan marilah kita berdoa di waktu-waktu yang mustajab supaya wabah ini segera Allah
angkat. Aamiin.
Nas‘alullah as salamah wa al ‘afiah. Wa shalallahu ala nabiyyina muhammad, wa alihi wa shahbih.
Walhamdulillahi rabbil alamin.
Catatan tambahan :
1. Khats’am : Salah satu daerah di Arab Saudi
2. Mbribik : Pendekatan/pdkt/gebetan.
Penulis: Abdullah
Siswa SMA Muhammadiyah Al Mujahidin
📦 MUJAHIDIN BERBAGI (OPEN DONATION) 📦
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”
(HR. Ahmad)
Dalam keadaan menghadapi bencana global seperti ini, tentu banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, PR IPM SMA MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN membuka donasi melalui program kami." MUJAHIDIN BERBAGI ". Program ini bertujuan, membantu sanak saudara kita yang membutuhkan bantuan.
📦Bantuan dapat berupa uang / sembako (bahan makanan pokok)
📬Alamat penyaluran donasi uang / barang :
Jl.KH.Agus Salim,RT.03/RW.07,Ledoksari, Kepek,Wonosari,Gunung Kidul,DIY
(atau hubungi CP yang tertera)
💰Penyaluran donasi melalui transfer,rekening: 015301053570500 (BRI) a/n Ananda Septi Rahmawati
(diharapkan untuk mengirim bukti transfer kepada nomor CP)
🗳Donasi yang masuk akan diupdate di akun Instagram kami @smamalmujahidin dan @pripmmujahidin_
📲Contact Person :
Ustadz Aji Firmandi (WA/081804033759)
Ipmawan Bagus (WA/085229584081)
Ipmawati Saskya (WA/088227829703)
🌸 KAJIAN MUJAHIDAH ONLINE 🌸
_______________
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
💐 Hello, Sahabat Ukhtifillah 💐
Bagaimana kabar kalian Ukhti ?
Gimana puasanya ?
Semoga tetep lancar dan diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT 😇.
Libur makin panjang nih, pasti Ukhti semua bosan ya!!... Pengen Sekolah, dapet ilmu, ketemu teman-teman, tapi ada Corona dan harus #dirumahaja😞. Tenang aja Ukh, kita ada solusinya kok. Nanti kalian juga akan ketemu teman-teman baru, dapet ilmu, E-Sertifikat juga lho. Insyaallah kalian nggak rugi kok, malah dapat untung 🤩.
Nah disini kami dari PR IPM SMA Muhammadiyah Al Mujahidin akan mengadakan Kajian Online Khusus Akhwat yang insyaallah bermanfaat bagi Ukhti semuanya😊.
📌 Dengan Tema :
"BELAJAR DARI BULAN YANG MULIA UNTUK MEJADI AKHWAT YANG BERAKHLAK MULIA "
📌 Narasumber
🧕🏻 Ukhti Cica Wiswanti
🏫 Mahasiswi S1 Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan
🌺 Kabid PIP PD IPM Gunungkidul
📌 MODERATOR
🧕🏻Ukhti Tri Handayani
🌺Ketua Bidang IPMAWATI SMA Muhammadiyah Al Mujahidin
📌 PELAKSANAAN
🗓 Sabtu, 16 Mei 2020
🕖 Pukul 10.00-Selesai WIB
💬 Via Group WhatsApp
📌 FASILITAS
💡 Ilmu yang bermanfaat
📂 E-Sertifikat
📙 Notulen
🧕🏻 Menambah teman
📌 PERSYARATAN
1. Share informasi ini minimal ke 4 grup WhatsApp
2. Screenshot dan kirim bukti ke no:
📱Ukhti Melani (+62 852-2921-3343)
📱Ukhti Hanun (+62 821-3627-3013)
3. Masukan dengan format
#MUJAHIDAH_nama_domisili_instansi_umur
📌 FREE‼
Ayo, tunggu apalagi! Cepetan DAFTAR ya sahabat Ukhtifillah, jangan sampai terlewat. Kuota terbatas. 😇😇Okok...
ن، والقلم وما يسطرون
🌸 و السلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته🌸
💗〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰💗
_______________
Kuota sudah terpenuhi (Pendaftaran ditutup)
#SMAMAlMujahidin
#PRIPMSMAMUJAHIDIN
#StayAtHome
#Stayhealty
Ramadhan 1441 H
Selasa 28 April 2020
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Bagus Aji Saputro
X IPS
Selasa 28 April 2020
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله.
Para syabaab yang insyaallah dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala. Bagaimanakah kabar kalian? Semoga Allah Subhanahu wa ta 'ala senantiasa melindungi kita semua dan hambanya yang selalu bersyukur disaat lapang dan senang, maupun dalam keadaan tersungkur, semua yang terjadi saat ini merupakan takdir yang telah Allah Subhanahu wa ta 'ala rencanakan untuk dunia ini.
Tentu, semua musibah dan cobaan yang manusia alami, merupakan ujian yang diberikan Allah Subhanahu wa ta 'ala dan pasti terdapat hikmahnya. Para syabaab, bagaimanakah kabar kegiatan Ramadhan dilingkungan kalian? Apakah masih sama seperti bulan Ramadhan tahun lalu? Tentu di bulan Ramadhan yang mulia ini, kita mengadakan dan memeriahkannya hanya dengan "Dirumahsaja". Tetapi bukan berarti serta merta mengurangi kualitas ibadah kita Kepada Allah Subhanahu wa ta' ala.
Tentu dengan "Dirumahsaja" kita dapat beribadah dengan keluarga tercinta, yang biasanya sholat berjama'ah di masjid lima waktu,yang biasanya belajar dan mengajar TPA di masjid dengan adek adek kecil dan mungil yang haus akan ilmu dan Takjil, dan satu lagi yang paling identik dengan Bulan Ramadhan, apa kira kira? Yah betul sekali sholat TARAWIH yang biasa dilakukan Umat Muslim saat bulan Ramadhan. Masih adakah di daerah kalian? Tentunya tidak ada bahkan jarang ,karena pemerintah telah menghimbau seluruh masyarakatnya untuk tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, dan ketaatan kepada pemerintah merupakan bagian dari ketaatan kepada Alla azza wa jalla.
Sholat Tarawih yang biasanya dilakukan di masjid secara berjama'ah, tetapi dengan keadaan saat ini yang tidak memungkinkan untuk berjama'ah di masjid, maka sholat Tarawih, haruslah di lakukan dirumah dengan keluarga tercinta. Sehingga dengan sholat Tarawih dirumah munculah "IMAM - IMAM BARU DI BULAN RAMADHAN," dengan menjadi imam tentulah harus mampu membaca Al Qur an, dan mempunyai Hafalan Al Qur an Yang cukup untuk menjadi Imam bersama keluarga tercinta. Lalu bagaimana yang hafalanya belum cukup? Bagaimana dengan pelafalan tajwid yang belum sepenuhnya benar?
Saudaraku sekalian Agama Islam merupakan agama yang memiliki aturan yang mudah untuk di praktekkan bagi setiap pengikutnya.Maka dalam hal ini ulama bersepakat bahwasanya Sholat Tarawih sambil membaca dan memegang Al Qur an diperboleh kan, karena demi kemaslahatan ummat. Ah, ngawur kamu mana dalilnya,apakah sahabat atau Rasulullah shallallahu alahi wa sallam pernah contohkan??
● Imam Bukhari membawakan dalam kitab shahihnya,
وَكَانَتْ عَائِشَةُ يَؤُمُّهَا عَبْدُهَا ذَكْوَانُ مِنَ الْمُصْحَفِ
“Aisyah pernah diimami oleh budaknya Dzakwan dan ketika itu ia membaca langsung dari mushaf.”
● Ibnu Nashr mengeluarkan hadits-hadits tentang masalah qiyamul lail (shalat malam) dan Ibnu Abu Daud dalam Al Mashahif dari Az Zuhri rahimahullah, ia berkata ketika ditanya mengenai hukum shalat sambil membaca dari mushaf, “Kaum muslimin terus menerus melakukan seperti itu sejak zaman Islam dahulu.” Dalam perkataan lain disebutkan, “Orang-orang terbaik di antara kami biasa membaca Al Quran dari mushaf saat shalat.”
● Imam Ahmad berkata, “Tidak mengapa mengimami jamaah dan melihat mushaf langsung ketika itu.” Beliau ditanya, “Bagaimana dengan shalat wajib?” Jawab beliau, “Aku tidak pernah melihat untuk shalat wajib seperti itu.”
■ Nah dari penjelasan diatas point yang dapat diambil yaitu :
- Sholat sambil membaca Al Qur an di perbolehkan
- Sholat sambil memegang mushaf Al Qur an di diperbolehkan
- Makmum pun tak perlu memegang atau membaca mushaf saat imam membaca Al Qur an.
Dengan pembahasan yang ada diatas semoga dapat membantu dan memaksimalkan syabaab sekalian, dalam beribadah di Bulan Ramadhan ini.Sekian dari saya mohon maaf banyak kesalahan.
Wallahul muwafiq ilaa aqmawithariq
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
#let's go hijrah keep to sunnah.
#Hayyakumullah.
#Dirumahaja.
#Salam buat keluarga.
Bagus Aji Saputro
X IPS
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Baik, Didalam artikel kali ini insyaallah kami akan membawakan pembahasan singkat tentang "Kunci dari sebuah kesuksesan".
Siapa sih orang yang tidak mempunyai sebuah impian ataupun cita cita?
Pasti semua tentu memilikinya. Maka dari itu dalam kesempatan kali ini kami akan membahas secara singkat tentang kunci dari sebuah kesuksesan.
Sukses dalam pendidikan, karier, dan memiliki keluarga yang bahagia merupakan definisi sebagian besar orang tentang masa depan yang cerah. Pada kenyataannya Anda tidak dapat menghindar dari kejadian-kejadian buruk seperti kegagalan, kerugian, atau pengalaman buruk sepanjang hidup Anda.
Namun, percayalah bahwa meskipun menggapai masa depan yang didamba-dambakan tidak semudah menjetikkan jari, Anda tidak perlu terus merasa dibayangi oleh hal-hal buruk dalam hidup. Beberapa hal berikut dapat membantu Anda untuk meraih masa depan yang cerah.
"Masa lalu tidak sama dengan masa depan"
Salah satu pendukung terbesar gagasan bahwa masa lalu Anda tidak sama dengan masa depan Anda adalah motivator dan penulis, Anthony Robbins. Menurutnya, "Masa lalu Anda tidak sama dengan masa depan Anda, yang penting bukan apa yang Anda lakukan kemarin, tetapi apa yang Anda lakukan sekarang."
Bagaimana pun bentuk kegagalan yang Anda alami—baik kegagalan dalam hubungan, bisnis, karier—tidak berarti Anda ditakdirkan untuk menanggung hal tersebut selamanya. Pelajari apa yang Anda bisa dari pengalaman buruk itu dan lanjutkan hidup menuju masa depan yang Anda inginkan.
Apa yang Anda lakukan saat ini, itulah yang penting. Jangan hanya berkeinginan mendapatkan hasil yang lebih baik, tapi lakukanlah sesuatu untuk impian tersebut. Sekali lagi, apa yang Anda lakukan SAAT INI akan membuat perbedaan besar antara apa yang akan terjadi masa depan dengan apa yang telah terjadi di masa lalu.
Karenanya, jangan pernah patah semangat untuk melalui rintangan-rintangan tersebut! Simak beberapa inspirasi kunci meraih masa depan yang cerah berikut ini:
Mimpi dan niat merupakan awal dari segalanya. Berani mengembangkan diri sendiri dan berusaha keras adalah kunci meraih masa depan yang cerah.
Jika yakin dengan kemampuan diri sendiri, maka kita akan berani mencoba hal atau tantangan baru. Sukses atau gagal, tidaklah jadi masalah! Karena yang terpenting; kita jangan pernah takut untuk maju sebelum berperang!
Dari proses pengembangan diri, kita akan mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Ya, ilmu dan pengalaman adalah guru terbaik untuk bisa meraih masa depan yang cerah dan cemerlang. Kedua kunci tersebut pun harus saling menopang satu sama lain agar tujuan Anda bisa tercapai!
Optimis dan yakin akan kemampuan diri sendiri, menjadi kunci dalam meraih masa depan yang cerah! Pokoknya, jangan sampai kegagalan menjadi halangan untuk meraih masa depan yang cerah. Belajarlah selalu dari kegagalan, dan jangan lupa untuk menghargai setiap usaha yang Anda buat. Life is a place to learn!
Kunci untuk memiliki masa depan yang cerah adalah menabung dan berinvestasi sejak dini. Lalu, jangan lupa juga untuk memiliki pola hidup yang sehat!
Dengan cara giat bekerja pada masa produktif dan tahu cara mengatur keuangan dengan baik, niscaya masa depan akan cerah dan cemerlang.
Disiplin merupakan kunci untuk bisa meraih masa depan cerah. Hanya saja,kita harus bisa selalu fokus, teratur, dan terarah dengan apa yang dibangun serta jalankan sedari awal, demi mewujudkan masa depan yang cerah!
Kunci dalam meraih masa depan cerah ada saat kita bisa menghargai dan membahagiakan orang lain. Karena menghargai orang lain sama dengan menghargai diri sendiri, yang pada akhirnya akan membawa banyak kebahagiaan.
Jadi, bagaimana dengan Anda? Apa yang menjadi kunci bagi Anda untuk meraih masa depan yang cerah?
Coba renungkan dan tanamkan niat yang kuat didalam diri anda untuk meraih mimpi anda tersebut!
Demikian materi kami kali ini. Apabila ada kesalahan dalam penulisan kata kami mohon maaf. Semoga bermanfaat.
"Bersemangat lah anda dalam meraih mimpi anda
Karna ada cita cita yang harus anda wujudkan
Ada masa depan yang harus anda persiapkan
Dan ada orang tua yang harus anda banggakan"
Sekian dan terimakasih
والسلام عليكم ورحمةالله وبركات
Zahra Monita Miftahul Jannah Purwastuti
X MIPA 2
لسلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Apa kabar nih, setelah sekian lama #dirumahaja, hal apaaja sih yang udah kalian lakukan selama dirumah ? Pasti bermacam-macam kan? Entah dari mengasilkan sebuah karya hingga rebahan santuy.
Oke gini, untuk artikel kali ini kita akan membahas tentang dendam. Loh apa hubunganya dendam sama bunga? Sedangakan di judul tertulis "Layaknya Bunga”??? Jadi gini...
Pasti semua orang pernah merasakan kesal, mungkin hingga marah. Ada juga orang yang mungkin tersakiti baik fisik maupun hatinya. Tak semua orang dapat menerima dengan lapang dada hal-hal yang telah dilakukan orang lain padanya, apalagi bila hal tersebut yang membuatnya kecewa, sedih bahkan hingga sakit untuk raga maupun hatinya.
Hal-hal tersebutlah yang dapat memicu adanya benih-benih dendam mulai tumbuh, bahkan sampai mendarah daging. Namun, sebagai seorang muslim alangkah lebih baiknya kita mencegah semua benih-benih dendam yang akan tumbuh pada hati kita. Dan apabila kita telah memiliki dendam, segeralah untuk mencoba memaafkan dan mengikhlaskan. Karna dendam hanya akan memperburuk suasana hati kita.
Untuk itu ada sedikit tips agar kita lebih mudah dalam memaafkan dengan cara pandang kita, yaitu:
- Tuhan saja maha pemaaf, masa kita yang hanya manusia nggak mau memaafkan juga?
Sebagai seorang manusia biasa, mengapa kita tidak memaafkan sesama. Sedangkan Allah saja Maha Pemaaf untuk semua hambanya. Nah oleh karan itu selayaknya sebagai seorang hamba kita juga meniru-Nya untuk memiliki sifat yang pemaaf.
- Memaafkan memang tidak mengubah masa lalumu, tapi memaafkan bisa memperluas masa depanmu.
Memaafkan dia yang telah menyakitimu mungkin tidak akan mengubah apapun untuk hari ini dan hari kemarin, tapi percayalah dengan kita memaafkan orang yang telah menyakiti kita, itu akan mengubah hari esok, karna tidak akan ada lagi hal yang menganggu pikitan kita dan memperkeruh suasana hati kita.
- Memaafkan memang sulit dilakukan, tapi berdampak penyembuhan.
Memaafkan dapat menyembuhkan karena dengan memaafkan kita akan menyembuhkan sakit yang akan ada di hati kita, karena dendam itu layaknya racun, semakin kita membiarkanya maka dendam itu akan memenuhi sekuruh hati dan pikiran kita.
- Memaafkan tidak selalu berarti bahwa orang tersebut memang layak dimaafkan, tapi karena kamu layak memperoleh kedamaian.
Karena dengan maaflah kita apat merelakan semua hal yang telah terjadi dan mencoba merelakan hal tersebut, dengan itu kita akan mendapatkan ketenanga hati dan pikiran yang memberikan dampak kedamaian pada diri kita.
- Ketika kamu memaafkan, kamu membuktikan bahwa kamu adalah pribadi yang kuat.
Ketika kita memaafkan maka kita melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang kuat karena hanya orang orang yang kuatlah yang dapat berlapangdada menerima dan mengikhlaskan semua masalah yang menimpa dirinya. Maka selamatlah ketika kitadapat memaafkan berarti kita adalah manusia yang berjiwa besar.
Dan sekarang kita bahas tentang bunga, kenapa bunga??? Apa hubunganya bunga dengan dendam???
Karena seperti apa yang telah dikatakan oleh khalifah Ali bin Abi Thalib bahwa “jadilah seperti bunga, yang memberikan keharuman bahkan kepada tangan yang telah menghancurkan nya “. Maksutnya adalah jadilah ita layaknaya seperti bunga, ia tetap memberikan kita keharumanya walau kita telah menyakitinya dengan memetinya atau merobeknya misakan.
Oleh karna itu jangan pernah memendam untuk mendendam, karna hanya akan ada sisi negatif yang tertampakkan, selesikan semua hal yang memberikan luka, dan tutup semua kenagan yang memberikan kepedihan. ikhlaskan semua yang memberikan luka dan kepedihan yang hanya akan menunbuhkan bibit-bibi dendam, berdamai dengan keadaan dan menjadikannya sebagai suatu pembelajaran, jadilah layaknya” daun yang tak pernah membenci angin ketika dia gugur” dan layaknya “bunga yang tetap memberikan keharuman kepada tangan tangan yangtelah merusaknya”.
Ada salah kata dalam penulisan saya mohon maaf, karena saya manusia yang tak luput dari salah dan dosa. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat dan berkenan di hati para pembaca sekalian.
والسلام عليكم و رحمة الله و بركاتة
Tri Handayani
X MIPA 2


