AHLAN WA SAHLAN

Di laman resmi PR IPM SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul.

Find Out More Purchase Theme

Our Actifities

Notulensi Kegiatan

seputar proker dan ke-ipm-an

Read More

Artikel

Seputar artikel karya IPM Mujahidin.

Read More

Development

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

User Friendly

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent feugiat tellus eget libero pretium, sollicitudin feugiat libero.

Read More

Recent Work

Karakter Orang Beriman Menurut QS Al-Anfal(8) :2-3

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh saudaraku..

Di artikel kali ini, insyaAllah kami akan membawakan pembahasan singkat mengenai Karakter Orang Beriman menurut QS. Al Anfal ayat 2 dan 3.

Pembahasan ini kami dapat dari kajian ba'da maghrib di lingkungan SMA Muhammadiyah Al Mujahidin dan disampaikan oleh Ustadz Wahyudi, S.Pd.I. M.S.I pada 6 November 2019. Simak ya, semoga bermanfaat 😊
Allah SWT berfirman dalam QS. Al Anfal ayat 2 berbunyi : 

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِ ذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَا دَتْهُمْ اِيْمَا نًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ ۙ 

yang artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal," (QS. Al-Anfal 8: Ayat 2)

Karakter yang pertama ialah ketika mendengar asma Allah maupun ayat-ayat suci Al Quran maka hatinya bergetar. Nah, ketika kita sudah sulit untuk diberi nasihat, untuk diajak ke jalan yang benar maka jangan-jangan hati kita telah mati, keras karena maksiat-maksiat yang kita lakukan. Maka, pembersihan diri itu penting dan kita harus selalu memperbaharui niat kita agar tetap lillahita'ala.

Karakter yang kedua ialah orang beriman pasti senang mendengar bacaan Al Quran. Karna ayat Al Quran itu menenangkan dan membersihkan hati kita. Jika kita mempunyai waktu senggang mari kita membaca Al Quran dan mentadaburi itu. Ya minimal kita mendengarkan ayat-ayat suci Al Quran. Dan tidak mendengarkan musik-musik yang malah isinya menjerumuskan kita.
Lalu, dilanjutkan QS. Al Anfal ayat 3 yang berbunyi :
الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۗ 

Artinya"(yaitu) orang-orang yang melaksanakan sholat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS. Al-Anfal 8: Ayat 3)

Karakter yang ketiga ialah orang beriman pasti rajin shalat. Karena shalat mendekatkan kita kepada Allah SWT, menjauhkan dari perbuatan munkar. Jika kita merasa gelisah, galau, merana maka ambillah wudhu dan shalatlah. Shalat akan memperbaiki akhlaq kita dan didukung dengan kita yang berusaha untuk memperbaiki diri.

Karakter yang keempat ialah orang beriman pasti senang berinfak/bersedekah. Allah SWT telah banyak memberikan rezeki yang tak ternilai. Nah, salah satu amalan terpuji ada bersedekah/berinfak.

Nah, dari sekian banyaknya rezeki yang telah Allah berikan, sepatutnya kita berinfak/bersedekah. Jika kita tidak punya harta dan tenaga, senyum menyapa ramah itu sudah termasuk sedekah. Jika kita hanya mempunyai tenaga, kita bisa sedekah dengan tenaga kita seperti membantu orang lain. Dan jika kita hanya punya harta maka sedekahkan dan pergunakan harta itu untuk kemaslahatan umat. Jika kita bisa semuanya masyaAllah sekali bukan? Sekecil apapun kita bersedekah insyaAllah jika kita ikhlas lillahita'ala maka itu akan menjadi seperti berlian.

Nah, saudaraku selama kita hidup di dunia ini pasti Allah SWT akan senantiasa menguji kita. Dan karakter selanjutnya adalah bersabar menghadapi segala ujian yang Allah berikan. Karena kita hidup bagaikan sebuah kompetisi yang kita tidak tahu siapa saja pemenangnya.

Demikian paparan singkat mengenai karakter orang beriman menurut QS. Al Anfal ayat 2 dan 3. Marilah kita tadabburi bersama dan semoga dengan membaca artikel ini dapat mengetuk hati kita agar selalu meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita terhadap Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh saudaraku.


Saskya Physetha VTS
X MIPA

Senjata Doa

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Apa kabar wahai hati...?
Masihkah kau seperti embun pagi?
Yang setia merunduk tawadu’ diujung daun.
Masihkah kau seperti batu karang?
Yang selalu tegar menghadapi gelombang ujian.
Dan apa kabar wahai sahabat ranting...?
Semoga kita selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah Swt. Aamiin.

   Sahabat ranting marilah kita senantiasa panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt. Karena berkat beliaulah kita masih diberi kesehatan dan kesempatan melakukan aktivitas keseharian kita meskipun ditengah pandemi covid-19  saat ini.

  Tak lupa sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Agung, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan kepada pengikutnya. Semoga kita senantiasa mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir nanti. Aamiin

DOA seperti halnya KUNCI
Ia digunakan untuk membuka pagi dan menutup malam hari
Supaya menjalani hari penuh berkah nan indah
Dan menemani malam yang damai dan sejahtera

  Kita diciptakan Allah sebagai insan yang lemah tanpa bantuan dan pertolongannya. Usaha kita sehebat apapun akan sia-sia tanpa adanya doa.
Oleh karena itu, marilah kita berdoa kepada Allah Swt. Wahai sahabat ranting!! Kita adalah insan yang lemah dan sangat membutuhkan Allah. Maka berhentilah meninggikan hati dan senantiasa merendah dirilah kepada-Nya, serta meminta ampunan dan taufik kepada-Nya.

  Berdoa itu dapat diibaratkan seperti ketika kita memohon atau meminta sesuatu kepada orang tua. Kita waktu meminta sesuatu, tentu sikap cara kita bicara kepada orang tua tidak sembarang. Bahkan bersungguh-sungguh dalam setiap kata yang kita ucapkan. Oleh karena itu, kita berdoa juga harus memiliki adab. Apalagi ini kita memohon dan meminta kepada Allah yang Maha Pencipta. Berikut beberapa adab ketika berdoa,  diantaranya :

1. Memulai doa dengan memuji Allah terlebih dahulu menggunakan nama-Nya yang baik (asmaul husna). Dan bersholawat kepada Rasul-Nya.

2. Menghadap kiblat dan mengangkat kedua telapak tangan.

3. Bersabarlah ketika berdoa. Jangan tergesa-gesa dan coba untuk dihayati.

4. Berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah saat berdoa.

5. Berdoa diantara waktu yang mustajab. Seperti waktu diantara adzan dan iqamah, ketika turun hujan, waktu sepertiga malam terakhir, waktu menjelang berbuka puasa, dalam keadaan terdholimi, dan seterusnya.

  Doa yang benar hendaknya dilakukan dengan niat ikhlas dan bersungguh-sungguh. Karena kualitas sikap dan niat seseorang dalam berdoa dapat menentukan doa tersebut dikabulkan oleh Allah. Namun, apabila doa kita tak kunjung dikabulkan oleh Allah, kita seharusnya tetap positive thinking. Barangkali doa kita akan terkabulkan, namun dengan catatan ditunda terlebih dahulu atau justru Allah menggantikannya dengan yang lebih baik dari yang kita minta. Allah itu Maha Tahu kok. Allah berfirman dalam QS Gafir(40) :60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (٦٠

  Artinya: Dan Allah Berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.

  Hai sahabat ranting!!! Tak terasa bulan Ramadhan tinggal menghitung hari (H-9). Dan disini saya mengajak diri saya pribadi dan sahabat ranting sekalian untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah Swt. Marilah kita mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan amalan-amalan fardhu (wajib) ataupun yang sunnah serta hal-hal yang mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga kita dapat menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan dengan izin Allah Swt dan semoga wabah virus covid-19 ini segera berlalu. Aamiin.

Nuun Wal Qalami Wamayasturuunn.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh


Referensi : Kado Cantik untuk Wanita,

Ananda Septi R
XI MIPA

Uraian Tentang Hati

    Alhamdulillah, marilah kita selalu panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena karunia-Nya kita dapat berkumpul mendengarkan kultum singkat yang semoga saja bermanfaat bagi pendengar serta yang menyampaikan. Allahumma Aamiin..

   Sholawat serta salam semoga senantiasa terhaturkan kepada penghulu kita Nabi Muhammad SAW serta kepada keluarga sahabat dan pengikutnya. Semoga kita semua mendapat syafaatnya di yaumul akhir kelak.

   Tak lupa saya ucapkan terimakasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan sehingga saya dapat menyampaikan sedikit materi yang berjudul "Uraian Tentang Hati."

   Saudaraku, sesuatu yang paling berharga bagi diri seorang  insan adalah hatinya. Dan sesuai fitrahnya hati siap menerima hidayah, nafsu, syahwat serta hal-hal yang condong kepadanya. Sesuai firman-Nya pada QS, An-Nas/114 : 4-5:

مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ (٤) 

ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ (٥)

  Yang artinya : “Dan kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikan kejahatan ke dalam dada manusia.”

   Diibaratkan seperti benteng yang mempunyai banyak pintu yang harus dijaga, dilindungi, dan selalu diperbaiki agar tahan dari gebrakan musuh-musuh yang senantiasa berusaha masuk, menyerang, merebut, serta menguasai benteng tersebut. 

   Ya, itulah hati. Dimana benteng ialah hati, pintu-pintu masuk ialah sifat-sifat manusia, dan musuh-musuh ialah setan yang senantiasa mengganggu manusia.  Pintu-pintu masuk tersebut ada banyak macamnya, seperti sifat-sifat manusia yang dapat melemahkan pertahanan hati.

Diantara banyak manusia berikut beberapa diantaranya :

1. Rasa Iri, Dengki, dan Ambisi
  Orang yang mempunyai perasaan iri dan dengki pasti berasal dari prasangka buruk atau suudzon, dan dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya Berprasangka baikhlah terhadap orang mukmin, karena berprasangka buruk itu berasal dari niat yang buruk dan batin yang jahat. Nah, itu muncul karna bisikan-bisikan setan atau pengaruh dari setan. Dan orang yang mempunyai rasa ambisi yang berlebihan, pasti akan melakukan segala cara untuk merealisaikannya meskipun itu hal yang munkar dan keji.

2. Amarah, syahwat, dan keras hati
  Saat amarah otomatis emosional kita akan naik turun tudak stabil dan tidak bisa berpikir secara jernih, kalau kita marah-marah ketawa dah tu setan karna udah berhasil membisikan racun-racun dan api-api emosi.  Syahwat, akan muncul sebab godaan setan juga bujukan setan tanpa kita sadari. Dan jika kita keras hati itu disebabkan karena maksiat-maksiat yang menyebabkan noda hitam di hati kita sehinga kita menjadi susah untuk diberi nasihat maupun  ilmu-ilmu agama. Jika manusia keras hati maka setan bisa membalikan hatinya sebagai anak kecil  yang membalikkan bola.

3. Membawa orang-orang awam kepada fanatisme madzhab, tanpa melaksanakan amalan yang semestinya.
   Membawa orang-orang awam kepada  fanatisme madzhab, tanpa mempelajari madzhab yang lain. Sehingga pemahamannya terbatas pada mazhab yang dipelajarinya saja. Padahal sebagai seorang pembelajar, kita wajib belajar secara menyeluruh, sehingga kita benar-benar paham, selain itu menjadikan kita lebih banyak mendapatkan ilmu,dan lebih bijak dalam menyampaikan ilmu kepada orang lain.

4. Berburuk sangka kepada sesama muslim.

  Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa prasangka buruk muncul dari niat buruk dan batinyang jahat. 

   Demikian kultum yang dapat kami sampaikan, untk mengakhiri disini saya mengajak untuk saudara-saudara sekalian agar senantiasa menjaga benteng kita memperbaiki pintu-pintu kita dengan cara selalu taqqarub/mendekatkan diri kepada Allah SWT dan melakukan amalan-amalan sholih. Bersama-sama kia berprogres nyampe beres pokoknya mah.

  Ada salah kata yang kurang berkenan saya mohon maaf karna manusia tempatnya salah dan dosa. Semoga apa yang saya sampaikan dapat diterima dan bermanfaat bagi kita semua.


Referensi: Qudamah, Ibnu. Mukhtasar Minhajul Qashidin. Darul Haq: Jakarta


Saskya Physetha VTS
XI MIPA 2

LEBIH BAIK RENDAH HATI ATAU RENDAH DIRI?

     Kebanyakan dari kita salah paham tentang pengertian rendah hati dan rendah diri. Meskipun kedua-duanya menggunakan kata “rendah” namun ternyata memiliki perbedaan yang bertolakbelakang. Rendah hati adalah sikap dimana seseorang puas dengan apa yang ada dalam dirinya atau pencapaiannya namun tidak disombongkan. Sedangkan rendah diri adalah sikap dimana seseorang menganggap dirinya lebih buruk dari orang lain. Sikap rendah hati itu terpuji, sedangkan sikap rendah diri itu harus kita hindari. Sudah terlihat bukan perbedaanya? Berikut akan dijelaskan lebih detail mengenai perbedaan rendah hati dan rendah diri serta manfaat dari bersikap rendah hati.

5 Perbedaan rendah hati dan rendah diri:


Ketika mendapat pujian, bagi orang yang memiliki sikap rendah hati akan menerima pujian itu dengan mengucapkan terimakasih, namun bukan berarti ia menyombongkan diri tetapi mereka tahu bagaimana cara menghargai diri sendiri. Sedangkan orang yang memiliki sikap rendah diri akan merasa tidak layak mendapat pujian dan akan menolaknya. Mereka tidak menghargai dirinya sendiri.

2. Rendah diri cenderung anti sosial, sedangkan rendah hati sebaliknya.

Biasanya orang yang bersikap rendah diri / minder cenderung anti sosial dan tertutup. Bahkan ada yang sampai menarik dirinya terlalu jauh dari interaksi sosial dan ini merupakan kepribadian atau mental yang perlu mendapatkan bimbingan profesional dari pakar psikolog. Sedangkan orang yang bersikap rendah hati sebaliknya. Orang yang rendah hati justru akan melibatkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan sosial di mana ia dapat bergaul seluas mungkin. Ini yang menyebabkan orang yang rendah hati akan lebih disukai dan dicintai oleh komunitasnya.

3. Orang rendah diri cenderung pesimis, sedangkan orang rendah hati selalu optimis.

Optimis dan pesimis adalah kata antonim. Memiliki makna yang bertolakbelakang. Orang yang rendah diri cenderung pesimis karena ia merasa tidak bisa, tidak mampu, atau sudah insecure dulu sebelum mencoba. Sedangkan orang yang rendah hati selalu optimis. Menunjukan bahwa kepercayaan diri bahwa dirinya bisa, dan berani mencoba tanpa melibatkan kesombongan.

4. Biasanya orang yang rendah hati cenderung sehat secara mental, sedangkan orang minder lebih mudah depresi.

   Sikap rendah diri yang terlalu lama dipupuk dalam diri seseorang suatu saat akan menumbuhkan buah-buah yang negatif, salah satunya adalah mudah depresi. Sedangkan orang yang rendah hati, biasanya ia akan memiliki risiko lebih rendah terhadap depresi. Ini karena orang rendah hati biasanya tidak selalu dipusingkan dengan apa kata orang sebab ia tahu kapasitas dan kemampuan dirinya sendiri.

5. Dalam sebuah diskusi, orang yang bersikap rendah diri tahu mana yang benar tapi memilih berdiam diri, berbeda dengan orang yang bersikap rendah hati.

Orang yang bersikap rendah diri hanya akan diam dan menyimak dalam diskusi tanpa mengeluarkan pendapat, padahal memiliki pendapat yang bagus. Mereka memilih diam karena takut pendapatnya tidak laya dan akan dianggap rendah oleh forumnya. Padahal dalam diskusi terdapat kebebasan dalam berpendapat.

     Sudah jelas bukan perbedaan antara rendah hati dan rendah diri? Kalian termasuk golongan yang mana? Selama ini beberapa dari kita salah paham, merendah untuk tidak dinilai sombong atau sok-sokan sehingga menutup diri dari interaksi sosial dengan maksud rendah hati ternyata jatuhnya malah ke rendah diri. Kita perlu hati-hati lagi.

    Sikap rendah hati adalah sikap terpuji dan memiliki banyak manfaat apabila diterapkan. Allah SWT berfirman pada Q.S.Al-Furqon: 63, yang artinya:

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan dibumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, salam”

Seperti yang kita tahu, segala perkara yang ada dalam Islam pasti memiliki keutamaan dan keburukan bagi yang melakukannya, dan dalam perkara rendah hati, seseorang yang melakukan atau memiliki sikap rendah akan mendapatkan beberapa keutamaan dari sikap rendah hati.

Berikut adalah keutamaan rendah hati menurut islam :

a. Rendah hati akan memberikan jalan menuju surga.

Dalam (HR. Muslim), Rasulullah SAW. bersabda : “Tidak akan masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar zarrah.”

Dari hadits tersebut dapat kita ketahui, bahwa orang yang rendah hati akan masuk surga dan barang siapa yang menyombongkan dirinya walaupun hanya sedikit saja maka dia tidak masuk surga.

b. Akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW. bersabda :
“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut dapat kita ketahui bahwa Allah SWT. akan menambah kemuliaan kepada orang yang memaafkan orang lain dan Allah pun akan mengangkat derajat orang yang merendahkan dirinya atau tidak menyombongkan dirinya dihadapan Allah maupun hamba-Nya.

c. Hatinya tenang.

Orang yang selalu merendahkan dirinya, maka ia akan merasakan kedamaian dan ketenangan dalam hatinya. Karena dia tidak perlu menyombongkan dirinya dihadapan orang lain dan tidak akan merasa iri ketika ada orang lain yang lebih tinggi dan lebih hebat darinya

d. Rendah hati (Tawadhu’) merupakan jalan menuju ke-kemuliaan.

     Dari Abu Bakar Ash-Shidiq, ia berkata : “Kami dapati kemuliaan itu datang dari sifat takwa, qana’ah(merasa cukup), muncul karena yakin (pada apa yang ada di sisi Allah), dan kedudukan yang mulia didapat dari sifat tawadhu’ .”

e. Disegani dan dihormati orang lain.

    Orang menjadi segan dan hormat kepada kita karena tahu kelebihan yang kita miliki, namun kita tetap rendah hati dan tidak menyombongkan diri.

    Nah, itu adalah keutamaan dari rendah hati menurut pandangan islam. Kerendahan hati tidak akan membuatmu hina, justru kerendahan hati akan membuatmu lebih terhormat dihadapan orang lain.


“Seperti padi, kian berisi kian merunduk”
. 
. 
. 
Lathifah Hanun
X MIPA 2

Mau Buat KTA IPM? Gausah Bingung

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Hallo kader!
     Mau tanya nih? Kalian tau apa itu KTA? Yep, KTA adalah singkatan dari Kartu Tanda Anggota. Biasanya kita dapet kartu itu kalau kita ikut Pramuka, mau pinjem buku di perpustakaan, dan kalau kita gabung di organisasi.
Nah disini yang akan Kami pertanyakan, kader tau nggak sih, bagaimana cara membuat Kartu Tanda Anggota di organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (KTA IPM)? Kalau belum tau, yuk cuss mari cusss kita simak cara pembuatannya. Simak baik-baik yaaa. Yuhuuu


     Pembuatan KTA hanya dilayani secara kolektif melalui pimpinan cabang/daerah masing-masing. Maksudnya pembuatan KTA ini tidak bisa individu. Jadi harus kolektif untuk pembuatannya.

2. Permohonan pengajuan KTA.

     Permohonan pengajuan KTA akan dibuka setiap dia bulan sekali, yakni setiap tanggal 1-12 pada bulan Januari, Mei, Juli, September, dan November. Nah untuk jadwal yang ini, menyesuaikan Kebijakan Pimpinan Wilayah masing-masing yaa.

3. Tata cara pengajuan KTA.

     Tata cara pengajuan KTA, yaitu dengan melengkapi dan mengirimkan berkas-berkas berikut:
  • Blangko permohonan KTA yang dapat diunduh di http://bit.ly/AyoBuatKTA
  • Foto berwarna (bukan foto selfi yaaa) dalam format jpg dan dinamai sesuai nama orangnya.


Contoh blangko KTA, sumber: http:/bit.ly/AyoBuatKTA

     Lalu dikumpulkan bisa melalui Pimpinan Daerah atau jika Pimpinan Daerah belum bisa memfasilitasi pembuatan KTA bisa langsung ke Pimpinan Wilayah masing-masingmasing-masing, dengan subjek email: Permohonan KTA

4. Membayar biaya pembuatan KTA.

   Biaya pembuatan KTA yaitu Rp15.000 (untuk wilayah DIY). Pembayaran dilakukan dengan transfer.

5.  Kirim buktri transfer.
   Jangan lupa setelah melakukan pembayaran, untuk mengirim bukti pembayarannya.

6.  Jika masih kurang paham.
  
  Jika ada pertanyaan dalam pembuatannya bisa hubungi Pimpinan Daerah/Pimpinan Wilayah masing-masing.

     Setelah melakukan tahap-tahap diatas, KTA bisa jadi dalam kurun waktu ± 2 bulan. Nah nanti saat KTA jadi kalian juga akan mendapatkan NBA atau Nomor Baku Anggota. Bentuk Kartunya kurang lebih sama lah kaya KTP atau sejenisnya.


Contoh kartu KTA, sumber: https://images.app.goo.gl/VHxvTP35ohWmBeK49

     Oke, itulah cara pembuatan KTA IPM. Gampang kaaaan. Yaa iya dong. Jangan lupa sebelum foto pastikan touch up dulu yaa, biar syanteeekk. Hahahahahaha.

Sekian dari Kami semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bye bye...

Liliaaa_

Empat Fase Perkembangan IPM


1.      Fase Pembentukan (mulai tahun 1961 s/d 1976)  
Kelahiran IPM bersamaan dengan masa dimana pertentangan idiologis menjadi gejala yang menonjol dalam kehidupan sosial dan politik di Indonesia dan dunia pada waktu itu. Keadaan yang demikian menyebabkan terjadinya polarisasi kekuatan tidak hanya dalam persaingan kekuasaan di lembaga pemerintah, bahkan juga dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam situasi seperti ini IPM lahir dan berproses membentuk dirinya. Maka sudah menjadi kewajaran bila pada saat awal keberadaannya IPM banyak terfokus pada upaya untuk mengkonsolidasikan dan menggalang kesatuan Pelajar Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia dalam wadah IPM.  Upaya untuk menemukan karakter dan jati diri IPM sebagai gerakan kader dan dakwah banyak menjadi perhatian pada waktu itu. Upaya ini mulai dapat terwujud setelah IPM dapat merumuskan Khittah Perjuangan IPM, Identitas IPM, dan Pedoman Pengkaderan IPM (hasil Musyawarah Nasional/Muktamar ke-2 di Palembang tahun 1969). Fase pembentukan IPM diakhiri pada tahun 1976 yaitu dengan keberhasilan IPM merumuskan Sistem Pengkaderan IPM (SPI) hasil Seminar Tomang tahun 1976 di Jakarta. Dengan SPI yang telah dirumuskan tersebut, maka semakin terwujudlah bentuk struktur keorganisasian IPM secara lebih nyata sebagai organiasai kader dan dakwah yang otonom dari persyarikatan Muhammadiyah.

2.      Fase Penataan (mulai tahun 1976 s/d tahun 1992)  
IPM memasuki fase penataan ketika bangsa Indonesia tengah bersemangat mencanangkan pembangunan ekonomi sebagai panglima, dan memandang bahwa gegap gempita persaingan ideologi dan politik harus segera diakhiri jika bangsa Indonesia ingin memajukan dirinya. Situasi pada saat itu menghendaki adanya monoloyalitas dalam berbangsa dan bernegara dengan mengedepankan stabilitas nasional sebagai syarat pembangunan yang tidak bisa ditawar lagi. Dalam keadaan seperti ini menjadikan organisasi-organisasi yang berdiri sejak masa sebelum Orde Baru harus dapat menysuaikan diri. Salah satu kebijakan pemerintah yang kemudian berimbas bagi IPM adalah tentang ketentuan OSIS sebagai satu-satunya organisasi pelajar yang eksis di sekolah. Keadaan ini menyebabkan IPM mengalami kendala dalam mengembangkan keberadaannya secara lebih leluasa dan terbuka.  Agenda Permasalahan IPM yang membutuhkan perhatian khusus untuk segera dipecahkan pada waktu adalah tentang keberadaan IPM secara nasional yang dipermasalahkan oleh pemerintah karena OSIS lah satusatunya organisasi pelajar yang diakui eksistensinya di sekolah. Konsekwensinya semua organisasi yang menggunakan kata-kata pelajar harus diganti dengan nama lain. Pada awalnya IPM dan beberapa organiasai pelajar sejenis berusaha tetap konsisten dengan nama pelajar dengan berharap ada peninjauan kembali kebijaksanaan pemerinta tersebut pada masa mendatang. Namun konsistensi itu ternyata membawa dampak kerugian yang tidak sedikit bagi IPM karena kemudian kegiatan IPM secara nasional seringkali mengalami hambatan dan kesulitan penyelenggaraannya. Disamping itu beberapa organisasi pelajar yang lain yang senasib dengan IPM satu-persatu mulai menyesuaikan diri, sehingga IPM merasa sendirian memperjuangkan konsistensinya.  Pada sisi lain IPM merasa perlu untuk segera memperbaharui visi dan orientasi serta mengembangkan gerak organisasi secara lebih luas dari ruang lingkup kepelajaran memasuki ke dunia keremajaan sebagai tuntutan perubahan dan perkembangan zaman. Maka tanggal 18 November 1992 berdasarkan SK PP Muhammadiyah No. 53/SK-PP/ IV.B/1.b/1992 Ikatan Pelajar Muhammadiyah secara resmi berubah menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah.

3.      Fase Pengembangan (mulai tahun 1992 s/d 2008)  
Perubahan nama IPM menjadi IRM beriringan dengan situasi bangsa Indonesia tengah menyelesaikan PJPT I (Pembangunan Jangka Pendek Tahun I) dan akan memasuki PJPT II. Banyak kemajuan yang telah diperoleh bangsa Indonesia sebagai hasi PJPT I, diantaranya adalah pertumbuhan ekonomi yang semakin baik dan pesat, stabilitas nasional yang semakin mantap, dan tingkat pendidikan, kesehatan, dan sosial ekonomi masyarakat semakin baik. Namun demikian ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan bangsa Indonesia pada PJPT II antara lain: masalah pemerataan pembangunan dan kesenjangan ekonomi, demokratisasi, ketertinggalan di bidang IPTEK, permasalahan sumber daya manusia, dan penegakan hukum dan kedisiplinan.  Sementara itu, era 90-an ditandai dengan semakin maraknya kesadaran ber-Islam diberbagai kalangan masyarakat muslim di Indonesia. Di samping itu peran dan partisipasi ummat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga semakin meningkat. Kondisi yang demikian memberi peluang bagi IRM untuk dapat berkiprah lebih baik lagi. 
Pada sisi lain, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi semakin membawa manusia ke arah globalisasi yang membawa banyak perubahan pada berbagai sisi kehidupan manusia. Tatanan sosial, budaya, politik, dan ekonomi banyak mengalami perombakan drastis. Salah satu perubahan mendasar yang akan banyak membawa pengaruh bagi bangsa Indonesia adalah masalah liberalisasi ekonomi. Liberalisasi ekonomi sebagaimana telah diputuskan dalam konferensi APEC merupakan kebijakan yang tidak terelakkan karena mulai tahun 2003 mendatang Indonesia harus memasuki era AFTA (ASEAN Free Trade Area) yang dilanjutkan pada tahun 2020 dalam skema liberalisasi perdagangan yang lebih luas di Asia Psifik. Pengaruh liberalisasi ekonomi ini akan berdampak luas tidak hanya dalam aspek ekonomi saja, tetapi juga dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya.  Salah satu dampak yang sekarang sangat dirasakan adalah munculnya krisis moneter yang terjadi di Asia Tenggara dan sebagian Asia Timur. Munculnya krisis yang dimulai dengan timbulnya depresi mata uang, disebabkan oleh ketidakpastian perangkat suprastruktur dan infrastruktur baik ekonomi maupun politik dalam mengantisipasi dampak globalisasi perdagangan.
Fenomena ini kemudian memunculkan tuntutan reformasi di bidang ekonomi dan politik sebagai prasyarat untuk mengantisipasi dan menyelesaikan persoalan krisis. Di Indonesia sebagai salah satu negara yang terkena krisis dan menderita paling parah juga muncul tuntutan reformasi. Fenomena reformasi yang dituntut masyarakat Indonesia adalah reformasi yang mendasar diseluruh bidang baik di bidang ekonomi, budaya, politik bahkan sampai reformasi moral. Tuntutan reformasi ini jelas mendesak IRM untuk melakukan peran dan fungsinya sebagai organisasi keagamaan dan dakwah Islam dikalangan remaja menjadi lebih aktif dan responsif terhadap perkembangan perjalanan bangsa menuju masyarakat dan pemerintahan yang bersih dan modern.  Dalam kondisi yang demikianlah IRM memasuki fase pengembangan, yaitu perkembangan pasca perubahan nama IPM menjadi IRM hingga terselenggaranya pelaksanaan pola kebijakan jangka panjang IRM pada Muktamar XII.
Diharapkan nantinya IRM telah mencapai kondisi yang relatif mantap baik secara mekanisme kepemimpinan maupun mekanisme keorganisasian sehingga mampu secara optimal menjadi wahana penumbuhan dan pengembangan potensi sumber daya remaja. Pengelolaan sumber daya yang dimiliki Ikatan Remaja Muhammadiyah harus didukung dengan adanya peningkatan kapasitas kualitas pemimpin, mekanisme kerja yang kondusif yang seiring dengan kemajuan zaman, serta pemantapan dan pengembangan gerak Ikatan Remaja Muhammadiyah yang berpandangan ke depan namun tetap dijiwai oleh akhlak Mulia. IRM dituntut untuk dapat menyiapkan dasar yang kokoh baik secara institusional maupun personal sehingga tercipta komunitas yang kondusif bagi para remaja sehingga dapat menghadapi setiap perkembangan zaman yang ada.

4.      Fase Kebangkitan (mulai tahun 2006 s.d 2010)  
Pada fase ini, terhitung sejak delapan tahun sebelumnya dimana bangsa Indonesia sedang ramai menyambut masa baru yang diharapkan dapat melakukan perubahan bangsa yang lebih baik yaitu masa reformasi tahun 1998. Akan tetapi pada kenyataannya pasca reformasi hingga tahun 2006 yang telah dipimpin oleh tiga kepemimpinan presiden yang berbeda (Bpk. Abdurrahman Wahid, Ibu Megawati Soekarno Putri dan Bpk.  Susilo Bambang Yudhoyono), tidak kunjung membawa perubahan yang lebih baik bagi bangsa, bahkan memunculkan penyakitpenyakit baru di negeri ini. Demikian juga hingga saat ini, memasuki masa kepemimpinan “Kabinet Indonesia Bersatu jilid II”, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, telah menunjukkan kesempurnaan hancurnya negeri ini, seperti yang banyak diungkapkan oleh para ahli dan pakar, serta pengamat politik di Indonesia. Karena bangsa ini sedang dipimpin oleh para pemimpin bangsa yang cenderung korup dan senang menjual bangsanya ke negara asing atau bisa dikatakan kepemimpinan bangsa yang tidak lagi memiliki karakter kepemimpinan yang selalu siap membela rakyatnya, membawa rakyatnya kepada kesejahteraan dan kemakmuran bangsa.
Hal ini dapat dilihat dari maraknya korupsi disemua jenjang struktur pemerintahan yang ada, permainan politik yang tidak mencerdaskan rakyat justru melakukan pembodohan pada masyarakat dan masih banyak lagi persoalan bangsa yang melekat di negeri ini. Hal ini menunjukkan bahwa betapa bangsa ini sedang krisis disegala bidang, bahkan krisis moral pemimpin bangsa.  Dari sinilah IRM yang kemudian kembali berubah nama menjadi IPM pada tahun 2008 dituntut untuk terus berperan dalam melakukan gerakan dakwahnya, khususnya dikalangan remaja/pelajar sebagai penerus estafeta kepemimpinan bangsa beberapa tahun mendatang. Di tengah kondisi bangsa yang sedang krisis disegala bidang dan dilanda banyaknya musibah atau bencana alam yang tidak kunjung selesai pada tahun 2004-2009 (kepemimpinan presiden SBY) kala itu. Di tubuh IRM-pun pada Muktamar XIV tahun 2006 di Medan, turut merespon kondisi bangsa kala itu. Karena IRM sangatlah sadar sekali akan gerakan sosial yang dilakukan berlandaskan pada nilainilai perjuangan untuk melakukan suatu perubahan yang lebih baik, yang kemudian sangat dikenal dengan Gerakan Kritis Transformatif (GKT)-nya.
Akan tetapi cenderung mengalami pergeseran pergerakan yang kemudian menjadi meluas dan tidak lagi fokus terhadap bassis massa yang seharusnya menjadi perhatian utama oleh IRM sebagai organisasi remaja/pelajar Muhammadiyah.  Oleh karena itulah, kemudian pada Muktamar XIV tahun 2006 di Medan kembali menyuarakan agar IRM kembali berubah nama menjadi IPM dengan beberapa alasan diantaranya; Masa Orde Baru telah runtuh, kini telah lama memasuki masa reformasi dan sudah tidak ada lagi tekanan dari pemerintah bahwa satu-satunya organisasi pelajar di sekolah hanyalah OSIS, maka IPM dapat kembali ke bassis massanya secara riil yaitu “pelajar”. Dan yang kedua, IRM harus kembali pada fokus gerakannya sebagai bassis massa utama yaitu “pelajar”. Karena pelajar dan pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam melakukan perubahan bangsa yang lebih baik beberapa tahun kedepan.
Meskipun kemudian belum secara menyeluruh menemukan kesepemahaman atau kesepakatan bersama untuk merubah nama IRM menjadi IPM, akan tetapi proses prubahan nama tersebut telah berjalan, yang kemudian pada forum Muktamar tersebut memutuskan untuk pembentukan tim eksistensi IRM.  Hingga pada akhirnya gong perubahan nama tersebut diperdengarkan lebih cepat sebelum kinerja tim eksistensi dapat menghasilkan sesuatu yang matang untuk IRM/IPM kedepan. Pada keputusan Tanwir Muhammadiyah pada tahun 2008 di Yogyakarta, Muhammadiyah memutuskan perubahan nomenklatur IRM menjadi IPM kembali. Hingga pada akhirnya pintu gerbang IPM-pun kembali terbuka, dan IRM resmi kembali berubah nama menjadi IPM pada Muktamar XVI pada tahun 2008 di Solo. Kini IPM-pun kembali pada bassis massa dan fokus gerakannya yaitu membela kaum pelajar dan memperjuangkan pendidikan yang lebih baik, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itulah IPM saat ini kembali ke sekolah (back to shcool), kembali memperjuangkan hakekat pendidikan yang sesungguhnya, yang dapat menghasilkan “Insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif”, sesuai dengan visi pendidikan nasional.  Melalui berbagai macam pelatihan, seminar-seminar, workshop dan lain sebagainya IPM melakukan proses penyadaran terhadap pelajar akan peran serta fungsi pelajar sebagai obyek maupun subyek dari proses pembelajaran dan perubahan. Serta melakukan proses pemberdayaan dan pembelaan terhadap pelajar yang selama ini selalu saja dijadikan sebagai obyek dari sistem yang tidak mencerdaskan, akan tetapi lebih kepada pendeskriditan pelajar demi kepentingan sepihak atau kelompok tertentu. Padahal disisi lain, seiring dengan perkembangan zaman yang ada, baik dari segi teknologi, komunikasi atau ilmu pengetahuan pada umumnya menjadi tantangan yang besar bagi pelajar. Menuntut para pelajar agar dapat berjuang lebih keras lagi (kompetitif) dan kreatif dalam bertindak dan menciptakan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi ummat dan bangsa.
Oleh karena itulah, hal tersebut menjadi salah satu alasan bagi IPM untuk merumuskan suatu rumusan gerakan IPM yang sesuai dengan tantangan dan perkembangan zaman yang sedang dihadapi pelajar saat ini. Akhirnya pada Muktamar XVII pada tahun 2010 di Yogyakarta kemarin, IPM kembali mendeklarasikan satu gerakan yang saling terkait dengan gerakan-gerakan IPM yang pernah ada sebelumnya. Gerakan tersebut dinamakan sebagai “Gerakan Pelajar Kreatif”, yang kemudian melahirkan satu visi IPM satu periode ini, hingga tahun 2012, yaitu “Menjadikan IPM sebagai Rumah Kreatif Pelajar Indonesia”. Semoga IPM dapat mengimplementasikan gerakan yang ada secara massif dan progressif, sehingga dapat mencapai visi IPM yang telah dicanangkan dalam rangka mewujudkan “Pelajar Muslim yang berilmu, berakhlak mulia dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam, sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenarbenarnya”.

Sumber: Pedoman Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah, PP IPM Muhammadiyah.

STRUKTUR PENGURUS PR IPM Al Mujahidin Wonosari periode 2018/2019









PR IPM Al Mujahidin Wonosari periode 2018/2019


Blog

47 Anggota
Periode 2020/2021
9 Bidang
Periode 2020/2021
4 Pembina
Periode 2020/2021

Tim kami

Wahyudi,S.Pd.I.,M.S.I
Kepala SMAM Al Mujahidin
Aji Firmandi, S.Pd
Pembina Utama
Sulthonah Luthfi A.
Ketua Umum
Bagus Aji Saputro
Sekretaris Umum
Saskya Physheta
Bendahara Umum

Contact

Kontak kami

Alamat sekretariat:

SMA Muhammadiyah Al Mujahidin. Jl. KH. Agus Salim, Gg. Bogenville, Ledoksari, Kepek, Wonosari, Gunungkidul DIY 55813

Aktivasi:

Senin - Jum'at pukul 07.30 s/d 16.00 WIB

Email

ipm.mujahidinwn18@gmail.com